alipdp

Ayah

Di hadapan Penghulu itu, air matanya bercucuran. Suaranya sengau terisak-isak. Begitu berat bagi Pak Mahmud untuk merelakan anak perempuannya menikah dengan Rudi, lelaki pilihan sang anak, Sri. Adegan ijab kabul itu harus diulang berkali-kali, karena setiap Pak Mahmud merapal kalimat suci itu, kata-kata itu selalu tercekat. Ucapannya patah-patah. Dadanya naik-turun. Lanjutan kalimat suci itu tertahan […]

Belum Ada Judul III

Harus aku akui, aku memang keterlaluan terhadap Raka. Rasa sayangnya sebenarnya begitu tulus kepadaku. Itu bisa dengan jelas aku rasakan. Tidak perlu bukti apapun. Semuanya begitu jelas. Sejernih bulan purnama. Tapi aku harus memilih, masa depanku sebagai seorang jurnalis sastra, atau hubunganku dengan Raka. Aku memilih keduanya, sebenarnya. Namun, sikap Raka yang terlalu berlebihan dalam […]

Belum Ada Judul II

Semua orang terlihat berjalan cepat menuju kampus, begitu juga aku. Di tengah musim dingin kota Moskow, kita harus banyak bergerak untuk menghangatkan badan. Salah satunya dengan jalan cepat. Kebetulan di dekat pintu masuk fakultas, aku berpapasan dengan Nikolai. Segera dia menyapa dan memelukku dengan hangat. Kemudian menjabat tanganku. “kau nampak tidak jauh berbeda dengan terakhir […]

Sang Psikolog

Kucing itu terus saja membulatkan tubuhnya, dan tidur dengan tenang di halaman depan rumah ku. Aku sudah memperhatikannya dari dua jam yang lalu. Selama dua jam belakangan ini, aku juga hanya duduk di teras depan, ditemani secangkir kopi dan biscuit, serta senja mentari yang perlahan-lahan meminta diri untuk kembali ke peraduan. Selama sebulanan ini, aku […]

Belum Ada Judul

Pesawat itu pergi menjauh. Mengangkasa. Tinggi, menggantung di awan, selayak lelayang yang membelah udara. Pertama, mesin terbang itu berlari kencang di landasan pacu. Kemudian menaiki tangga langit. Setelah itu mengecil. Menjadi titik. Dan, yang tersisa hanya asap-asap jelaga hatiku yang patah. Sementara, aku menangisi kepergiannya ke Moskow, di atas sana, tepat di lambung burung raksasa […]

Hiroshima

Semula aku sangka itu adalah burung agung yang ada di dalam legenda. Rupanya bukan. Itu adalah pesawat tempur, berbendera milik Negara super power yang terletak di Amerika Utara. Sekian menit berselang, burung-burung baja itu melemparkan berton-ton atom dari langit. Dampaknya sungguh luar biasa; Menggoyangkan semesta pasifik, melahap habis Hiroshima tanpa sisa, menelan tanpa ampun Nagasaki, […]

Sang Sumarnoist

Aku dulunya seorang Sumarnois. Mengagumi retorikanya tentang revolusi yang belum selesai. Bersemangat, ketika ia mengobarkan api perlawanan melawan Belanda, ketika kumpeni tersebut datang kembali ke Nusantara dengan agresi militernya yang pertama dan yang kedua. Bahkan, aku memaksa orang tuaku untuk turut pula menghibahkan tanah kami yang sekian hektar, demi agenda revolusi yang belum selesai itu. […]